Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014
I'm getting tired now. When I spent more time outside with teaching. No time to stay in my room and reading a book or playing guitar or help my brothers do their homework. And I can't study others subject except doing my tasks. maybe this is happened because I can't arrange my time well. My schedule is not more than a note which hang nicely in my wall room.  or maybe I should be focus. Yes maybe.

Konsisten dengan Waktu

Hari ini, pada saat yang bersamaan, aku seharusnya datang ke sosialisasi bahasa isyarat, membantu Walitura membuat kerajinan tangan dan latihan teater, ikut kelas merajut (sebenarnya teman-teman Walitura tidak begitu membutuhkanku, tetapi aku tidak enak hati kalau tidak datang), membantu Jeee yang sedang sakit dan kumpul-kumpul dengan teman-teman SMA. Tetapi karena temanku datang ke gereja, aku membatalkan niatku datang ke sosialisasi dan serangkaian kegiatan yang menyertainya, karena aku tidak enak meninggalkannya. Dan untuk menutupi hal ini, aku mengatakan kepada temanku bahwa aku tidak bisa datang karena ada rapat. Ya Tuhan aku berbohong! Kejadian seperti sering terjadi berulang kali, dan aku sadar bahwa ada beberapa kebohongan yang kutimbulkan untuk mangkir dari kegiatan-kegiatan tersebut.  Seiring berjalannya waktu aku semakin mengenali diriku sendiri. Pengenalan yang harus dibarengi dengan rasa menerima. Menerima bahwa aku memiliki sifat buruk. Aku mengeri bahwa aku m...

Idealisme dan Ambisi

Aku tidak bisa membedakan mana yang merupakan ambisiku, obsesiku atau idealismeku. Semuanya hampir sama menurutku. Aku tidak bisa membedakan mana yang harus kuperjuangkan sehingga itu menjadi ambisi atau obsesiku dan mana yang seharusnya menjadi angan-anganku saja karena itu pasti tidak akan bisa terwujud. Ketika aku mendengar bahwa penelitian tentang bahasa isyarat tidak bisa menjadi sebuah judul skripsi, aku langsung teringat dengan semua mimpi dan ambisi yang pernah kubangun tetapi tidak ada satu pun yang terwujud. Aku pernah berambisi menjadi dokter (atau setidaknya bekerja di bidang kesehatan), namun tidak lolos seleksi masuk perguruan tinggi jurusan kedokteran. Sehingga sekarang hanya menjadi mimpiku saja. Saat ini pun aku tidak bisa membedakan apakah judul skripsi itu hanyalah sekedar angan-angan saja sebagai wujud dari idealismeku atau bisa terwujud dengan usaha yang keras dan obsesi yang besar. Karena sebagian besar orang di sekitarku sanksi dengan penelitian ini, ...

2 Maret 2014

Hari kedua di desa Puncu Kami semua bangun pagi-pagi dan telah ribut mencari kamar mandi untuk membuang sampah dari perut. Tetapi karena tidak ada air yang cukup, terpaksa kami menahan sakit perut. Beberapa ada yang menyerah dan menumpang kamar mandi milik warga sekitar Jam 7.30 Aku mengikuti rombongan yang akan pergi ke desa Sukomoro, 1 km dari camp. Rencananya kami akan membantu warga untuk memperbaiki rumah mereka. Tetapi ketika sampai di sana, aku, Putri, Eky dan Arlinka disuruh membantu di dapur umum milik anak-anak pramuka dari Trenggalek. Kami berkenalan dengan mereka yang ternyata masih SMP dan SMA. Tak lama di sana, aku dan Arlinka dipanggil untuk membantu mengangkat pasir di sebuah rumah sederhana tak jauh dari dapur umum. Dengan senang hati kami meninggalkan dapur umum dan melakukan pekerjaan yang kami inginkan itu.  Lalu beberapa teman-teman relawan yang lain datang. Mereka membantu menyelesaikan memperbaiki dua rumah yang rusak, mengganti genteng-genteng ...

1 Maret 2014

Panas matahari menyengat tubuhku yang telah berpeluh.   Aku menyekanya sambil berdiri puas. Tumpukan pasir yang berada di bagian pojok halaman semakin membuatku semangat untuk membantu mengeruk pasir dan menyekopnya ke dalam gerobak. Hanya aku dan dua orang temanku saja yang perempuan, Arlinka dan Putri, tetapi kami membuktikan kerja keras kami kepada para relawan laki-laki disitu, yang ikut membantu membersihkan balai desa Satak, Kecamatan Puncu, Kediri. Bekas erupsi gunung Kelud kentara sekali merusakkan bangunan-bangunan di wilayah desa-desa tersebut. Beberapa relawan meremehkan kami, namun kami tetap bekerja dengan giat daripada kami harus menganggur padahal sudah jauh-jauh datang membawa tekad yang bulat untuk membantu.  Suntikan semangat datang lagi ketika aku teringat untuk mencapai tempat ini kami semua terguncang-guncang dalam truk tentara yang temaram. Truk yang melaju dengan kecepatan tinggi diiringi bunyi sirine dan klakson yang berhasil menyingkirkan semua...

Creativity

Gambar
  Saya berhenti sejenak dan melihat sebuah tarian tradisional yang disuguhkan oleh seorang lelaki separuh baya di perempatan penjara. Dia menari diiringi musik sederhana kenong yang ditabuh oleh lelaki lain yang duduk di pinggiran jalan. Setelah menari, lelaki itu mengedarkan sebuah mangkok kepada beberapa mobil yang sedang menanti lampu hijau. Sewaktu saya pergi ke Jogja dan berjalan di depan benteng Vredenberg, saya melihat seorang lelaki yang memakai kostum pocong. Lalu dia menawarkan jasa foro bersama dengan imbalan sukarela. Tertarik dengan keanehan tersebut, saya beserta dua orang teman saya pun berfoto dengan pocong jadi-jadian tersebut. Sejenak saya berpikir bahwa sekarang ini jumlah orang yang kreatif dalam mencari uang semakin bertambah. Orang-orang tersebut berusaha mencari celah sekecil apapun untuk bisa menghasilkan uang. Terkadang mereka datang dari desa yang jauh, pergi ke kota, lalu mereka mengamen dengan cara yang unik. Ada pula yang ...