Kenapa Tuhan memberi kalau hanya ingin mengambilnya lagi dalam waktu sesaat? Pertanyaan itu terus muncul dalam kepalaku. Berulang-ulang. Namun tidak menemukan jawaban yang tepat. Begitu indahnya kebahagiaan saat memiliki. Perasaan senang itu nyata dan seakan bisa disentuh. Bisa dirasakan tumbuh di dalam diri. Lalu air mata bahagia muncul. Kenapa kita menangis saat bahagia? Gaarder menjelaskan bahwa kita semua sadar kalau kebahagiaan itu hanya sesaat saja, lalu lenyap. Sehingga kita menangisinya karena kita tahu bahwa kebahagiaan itu tidak akan muncul lagi. Lalu kebahagiaan itu tergeser dengan mudahnya oleh rasa kehilangan. Bahagia yang tumbuh di dalam diri lenyap seketika. Keluar bersama nada-nada penyesalan. Semuanya terjadi cepat sekali, seolah-olah semuanya hanya mimpi. Yang manakah mimpi? Apakah kebahagiaan itu mimpi? Atau rasa kehilangan itu mimpi? Atau jangan-jangan aku hanya bermimpi pernah memilikinya? Kenapa kita menangis juga waktu sedih? Karena kita tahu bah...
August, 23 2014 No one on the bus. I walked between the aisle and sit in the front side. Is that real? I start my adventure today. Actually, this is beyond my expectation that I have my own trip. The trip just with myself. This decision I’ve made in early August when I almost finished my internship program. Yeah, since I have to work within four walls and have to faced computer every 5 days a week, my heart is always calling for my activities and for a new adventure. My aunt asked me to visit her in Gresik. Then I think that this is the best choice to have holiday before the class is started. But I won’t to spend the leftover holiday just visit my aunt, so I told friend of mine, Bayduri, that I want to visit her today. And here I am, in Magelang bus station, waiting for the bus drive me to my adventure. Then I have the day is going well. Bayduri picked me up and we spent this noon sharing each other. Long time I’m not see her. When she spent her holiday in Salatiga, she ...
Tidak pernah sedetikpun saya memandang rendah orang-orang yang berniat mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Mereka yang mendarmakan waktu untuk melayani, mengambil beberapa tahun sekolah Theologia, dan melakukan segala sesuatu untuk membela imannya. Tidak pernah sekalipun! Bahkan sebaliknya. Mereka adalah orang yang mengagumkan. Rela dengan sepenuh hati untuk melayani dan mempelajari tentang eksistensi Tuhan. Di semester ini, ketika saya bergulat dengan tiga mata kuliah Theologia dan menjadi salah satu dari mahasiswa Theologia, saya sadar bahwa pengabdian dan ketaatan adalah hal yang sangat penting. Pengalaman bertahun-tahun dalam pendidikan reguler dan bertemu dengan bermacam-macam orang, membuat saya menjadi seorang yang sangat terbuka. Saya sering bertemu dan berteman dengan orang-orang yang bertentangan dengan fenomena alkitab. Free sex, homoseksual, lesbian, rokok, tatto, tindik, bolos ku...
Komentar
Posting Komentar