Tidak pernah sedetikpun saya memandang rendah orang-orang yang berniat mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Mereka yang mendarmakan waktu untuk melayani, mengambil beberapa tahun sekolah Theologia, dan melakukan segala sesuatu untuk membela imannya. Tidak pernah sekalipun! Bahkan sebaliknya. Mereka adalah orang yang mengagumkan. Rela dengan sepenuh hati untuk melayani dan mempelajari tentang eksistensi Tuhan. Di semester ini, ketika saya bergulat dengan tiga mata kuliah Theologia dan menjadi salah satu dari mahasiswa Theologia, saya sadar bahwa pengabdian dan ketaatan adalah hal yang sangat penting. Pengalaman bertahun-tahun dalam pendidikan reguler dan bertemu dengan bermacam-macam orang, membuat saya menjadi seorang yang sangat terbuka. Saya sering bertemu dan berteman dengan orang-orang yang bertentangan dengan fenomena alkitab. Free sex, homoseksual, lesbian, rokok, tatto, tindik, bolos ku...
August, 23 2014 No one on the bus. I walked between the aisle and sit in the front side. Is that real? I start my adventure today. Actually, this is beyond my expectation that I have my own trip. The trip just with myself. This decision I’ve made in early August when I almost finished my internship program. Yeah, since I have to work within four walls and have to faced computer every 5 days a week, my heart is always calling for my activities and for a new adventure. My aunt asked me to visit her in Gresik. Then I think that this is the best choice to have holiday before the class is started. But I won’t to spend the leftover holiday just visit my aunt, so I told friend of mine, Bayduri, that I want to visit her today. And here I am, in Magelang bus station, waiting for the bus drive me to my adventure. Then I have the day is going well. Bayduri picked me up and we spent this noon sharing each other. Long time I’m not see her. When she spent her holiday in Salatiga, she ...
Kamis, 16 Agustus 2012 Bau air. Bau kayu yang membusuk karena setiap hari kena air. Bau daun-daun kering dan bau khas pepohonan hutan serta bau keringat 18 orang yang menyusuri jalanan terjal dan menanjak. Nafas yang kembang kempis dan wajah kemerahan, mengiringi tujuan kita untuk mendaki gunung Ungaran. Bau-bau, suara-suara langkah kaki dan dengusan nafas itulah yang membuat semangat semakin membara dan kaki terayun cepat agar segera sampai ke puncaknya. Aku pun juga tak sabar untuk segera beristirahat dan melewati malam yang berlalu di atas gunung. Kulayangkan pandanganku ke sekelilingku yang penuh dengan pohon-pohon dan batu besar, menandakan kalau sedikit lagi sampai puncak. Di atas pun ada bintang-bintang yang menghiasi malam ini. Kakiku yang sakit ,karena sudah lama tidak mendaki, pun seperti tak terasa. Semangat....!!! semuanya akan digantikan oleh kepuasan batin dan rasa senang yang membuncah karena telah menginjak punca...
Komentar
Posting Komentar