Adikku...
Aku marah dengan adikku karena dia mencuri Hp mama yang disimpan di dalam tas. Aku sampai kehabisan kata-kata dengan ulahnya yang sering membuatku marah dan kecewa. “Aku jengkel.” Begitulah alasan yang dia katakan ketika ketahuan mencuri. Aku tidak tahu lagi harus marah seperti apa. Seharusnya dia sudah bisa berpikir dewasa karena usianya 14 tahun dan dia juga memiliki adik. Tetapi dia tetap manja dan semakin keras sifatnya. Selalu sulit dinasehati dan selalu ribut dengan adiknya. “Aku tidak pernah membesarkan pencuri, tidak pernah punya adik pencuri!” kataku sambil masuk ke kamarku. Dalam hati aku menangis, mengapa adikku seperti itu? Apa selama ini aku kurang memperhatikannya yang sedang dalam masa pertumbuhan? Aku keluar dari kamarku dan menuju ke kamar mandi, dan aku melihat adikku sedang menangis. Baguslah kalau dia merasa bersalah, pikirku. Aku tidak ingin marah-marah karena itu hanya akan membuatnya benci kepadaku. Lebih baik aku marah karena mengasihinya dan membuatnya...
Komentar
Posting Komentar