Sabtu, 16 Juni 2012

04.55 am
Aku tahu kau sedang tersenyum padaku. Tersenyum dan memancarkan cahaya lemah dari bentuk sabitmu. Tentu saja keberadaanmu tidak membuat kantukku hilang. Dengan celana kolor yang kedodoran, mata merah, rambut awut-awutan, ku ketok pintu-pintu kamar untuk membangunkan peserta camp pengutusan.
"kayaknya disana ada penghuninya, kak." kataku pada kak rayi, sesama panitia, sambil menunjuk salah satu kamar yang ada di El-bethel, Tawangmangu.
Seharusnya aku juga butuh untuk dibangunkan, pikirku. Dan butuh lebih banyak waktu untuk tidur. Baiklah, aku tahu kau akan mengataiku tukang tidur. Ku akui itu. Tapi tadi malam ada evaluasi panitia sampai jam 11.30 pm dan aku selalu tidur malam sebelum camp ini berlangsung. Jadi meskipun aku bukanlah panitia yang punya banyak tugas, aku merasa sangat lelah . Bahkan tadi malam aku harus mengkonsumsi obat yang mengandung paracetamol untuk mengobati sakit kepala. Rasanya benar-benar tidak sehat....T.T

17.50 pm
"Sebenarnya kisah yang kita alami itu tergantung pada jalan apa yang akan kita tapaki" tulis seseorang yang berasal dari Jogjakarta. Dan aku menganggukkan kepala tanda setuju dengan kata-katanya. Itu artinya setiap kita bisa menuliskan kisah kita sendiri. Bisa mengukir sesuai dengan keinginan kita. Namun masalahnya, seringkali kita tidak mengerti jalan apa yang harus kita tapaki. Kita tidak mengerti apa yang akan kita temui di ujung jalan nanti. Yang biasa kita lakukan adalah mempertimbangkan baik dan buruknya dari setiap jalan yang akan kita pilih, sehingga kita tidak ingin berbalik arah, menyesal atau berada pada jalan yang salah. Memang tidak semudah ketika diucapkan. Tapi kupikir, tidak ada yang bisa mengerti jalan yang harus dipilih, tanpa tahu tujuan yang akan dicapainya terlebih dahulu.

11.53 pm
Lelah dan mengantuk. Sejak pukul 10.20 mendengarkan orang yang mengoreksi kegiatan, yang disertai dengan tegang urat, penjelasan dari setiap kesalahan yang terjadi selama kegiatan hari ini, bahkan disertai dengan air mata. Aku sendiri bingung harus berbuat apa, aku hanya berkata ketika telah waktunya aku untuk berbicara .Pikirku, aku ini panitia yang paling pasif dan hanya melaksanakan tugas yang diberikan padaku. Bagaimana tidak, meskipun aku sie usda, namun aku jarang membantu mereka usaha dana. Aku hanya datang rapat tema, mengusulkan tema dan datang ketika camp mau berlangsung. Alasan utama, karena aku sendiri yang belum libur kuliah, namun alasan lain karena aku tidak nyaman dengan teman-teman yang lain. Mereka semua lebih tua dariku, dan sering berkumpul untuk melakukan kegiatan rohani bersama. Sedangkan aku hanya datang ketika ada perlunya saja. Otomatis pembicaraan kita sudah berbeda. Seringkali aku datang, duduk dan melihat mereka, ikut tersenyum dan tertawa ketika mereka bercanda. Tanpa benar-benar ada disana. jadi aku benar-benar merasa tidak berguna dan tidak maksimal dalam kepanitiaan ini. Tapi ya sudahlah,  aku harus tetap bertanggung jawab sampai acara ini selesai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

The 8th

Temanku