Sedikit Cerita


Saya sangat marah ketika hari Rabu malam, tanggal 20 Februari 2019, bidan di klinik menyuruh kami pulang. Dia bilang bahwa kontraksi masih lama dan bayi tidak akan keluar dalam 24 jam. Sambil menahan rasa sakit, saya mendahului masuk ke mobil. Sebagai pendatang di kota ini, saya tidak banyak mengetahui rumah sakit mana atau klinik mana yang menerima ibu-yang-sudah-merasa-sakit-meskipun-pembukaan-masih-sedikit.
Tapi saya teringat cerita teman saya yang pernah tinggal di Inggris dan melahirkan anak keduanya. Dia harus menunggu di rumah sampai dia benar-benar tidak tahan dan kesakitan. Dia sendiri juga yang harus menelepon pihak rumah sakit untuk bertanya apakah sudah boleh ke rumah sakit. Pihak rumah sakit akan bertanya tentang kontraksi dan menilai dari suara ibu sehingga bisa memutuskan apakah sudah saatnya untuk pergi ke rumah sakit. Menurut pengalamannya, ibu yang sudah mengalami pembukaan lebar akan kesulitan berbicara. Jadi itulah kenapa ibu hamil itu sendiri yang harus menelepon.
Anyway, di sini tidak ada arahan seperti itu. Menurut pengalaman dari teman-teman dan ibu saya, mereka bisa ke rumah sakit atau klinik kapan saja setelah merasakan kontraksi. Jadi saya menunggu sekitar 6 jam sejak kontraksi pertama saya, dan pergi ke rumah sakit ketika hampir tengah malam. Ya, setelah satu jam perjalanan yang tidak mengenakkan, kami harus pulang kembali ke rumah. But you know what happenend next, the baby was coming. Untung ada teman yang sudah biasa membantu orang melahirkan. Mama biang kalau orang sini menyebutnya. Singkat cerita, setelah kurang lebih 8 jam mengejan, si bayi kecil lahir. Suami yang semalaman jadi motivator ayo-sedikit-lagi-sayang berdiri kaku di samping tempat tidur. Saya tahu kalau dia terharu melihat Daniela kecil yang tengkurap di dada mama dan masih telanjang berlumuran cairan.
Ya, mulai sejak saat itu, kami semua beradaptasi dengan kehidupan baru. Kehidupan baru kami bertiga. Benar-benar tidak ada campur tangan dari keluarga. Tapi kami memiliki Tuhan yang luar biasa, yang selalu menyertai kami dan memberi kami kekuatan. Puji Tuhan!

1 Timotius 2:15
Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menurut saya....

Adikku...

The Trip