Postingan

The Trip

Gambar
August, 23 2014 No one on the bus. I walked between the aisle and sit in the front side. Is that real? I start my adventure today. Actually, this is beyond my expectation that I have my own trip. The trip just with myself. This decision I’ve made in early August when I almost finished my internship program. Yeah, since I have to work within four walls and have to faced computer every 5 days a week, my heart is always calling for my activities and for a new adventure. My aunt asked me to visit her in Gresik. Then I think that this is the best choice to have holiday before the class is started. But I won’t to spend the leftover holiday just visit my aunt, so I told friend of mine, Bayduri, that I want to visit her today. And here I am, in Magelang bus station, waiting for the bus drive me to my adventure.   Then I have the day is going well. Bayduri picked me up and we spent this noon sharing each other. Long time I’m not see her. When she spent her holiday in Salatiga, she ...

Pasar Loak

Gambar
Sewaktu saya menyusuri jalanan di pasar shopping, pasar yang menjual-belikan barang-barang bekas, ada satu hal yang saya pelajari bahwa pasar ini adalah versi sederhananya toserba. Semua benda yang menyangkut kehidupan sehari-hari manusia bisa ditemukan di sana. Dari laker motor, kipas angin rusak, kaset, baju bekas, tetapi barang yang sering dijual adalah alat-alat elektronik serta onderdil kendaraan.           Yang membuat saya geli adalah ketika ada motor yang datang dengan membawa bronjong, orang-orang pasti langsung mengerumuni dan bertanya dengan antusias “bawa apa! Bawa apa!” Karena kata orang, jikalau kita beruntung maka kita bisa mendapat yang bagus di pasar shopping.           Semakin menyusuri jalanan yang padat dengan kerumunan orang dan suara sound system yang menyiarkan lagu dangdut, saya semakin percaya kalau pasar ini memang toserba sederhana. Toserba yang menampung bar...

21 tahun

Gambar
29 Juli 2014 Tahun ini, hari ulang tahunku bertepatan dengan hari raya kedua Idul Fitri. Tidak ada yang istimewa dengan hari ini, karena semua aktivitas berjalan seperti biasa. Yang membedakan adalah sms dari beberapa teman (yang ingat dan yang masih mengingat) ‘selamat ulang tahun’,  dan ‘terima kasih’ balasku. Dulu sewaktu aku masih SD, aku berpikir bahwa pertambahan usia selalu dibarengi dengan kenaikan kelas. Aku berulang tahun pada bulan Juli dimana pada saat yang sama tahun ajaran baru juga sedang dimulai. Di saat itulah terkonsep suatu ide bahwa setiap naik kelas, orang pasti bertambah usianya. Dan aku ingat sekali pernah melakukan perbantahan dengan temanku yang mengatakan bahwa dia akan berulang tahun. Aku mempertahankan pendapat bahwa usianya tidak bertambah karena dia tidak naik kelas, yang akhirnya dia balas dengan ekspresi wajah pasrah dan tidak mau tahu. Ketika aku naik kelas tiga SD, saat aku mulai belajar IPA serta IPS, otakku mulai mengajakku untuk berpik...

Tresno Itu Tidak Selalu Karena Kulino

Gambar
         5.12 pm          Matahari yang hampir terbenam belum sepenuhnya tertelan bumi. Hanya awan yang mulai menutupinya. Aku terus mengamati gerakan perlahaan itu sembari memikirkan perjalananku sehari ini. Pagi tadi, pukul 8.30am aku menyusuri jalanan untuk menuju Sragen dengan tujuan mengantar tas untuk anak sekolah minggu di gereja tempat Deni melayani. Jalanan yang rusak dan berlubang sempat menyadarkanku untuk apa aku menemui mereka? Aku belum pernah bertemu dengan anak-anak itu, bahkan belum lama mengetahui mereka. Mereka hanyalah topik pembicaraan antara aku dan Deni. Topik pembicaraan yang akhirnya menjadi sebuah keputusan yang bulat, kami akan usaha dana dan memberikan paket alat tulis untuk mereka dan tas bagi yang membutuhkan. Perjalanan yang hampir dua jam itu membuatku terus berpikir, mengapa aku mendedikasikan semua uang sakuku untuk membantu mereka karena usaha dana yang hanya menghasilkan kurang dar...

Brian

Gambar
Aku berterima kasih kepadamu karena kamu selalu membantuku melakukan semua aktivitasku. Kamu tahu sendiri, banyak hal yang harus kulalukan dalam satu hari. Terkadang aku membawamu melaju cepat atau tidak berhati-hati ketika bersamamu. Tetapi kamu menyadarinya, kamu mempermudahnya dan meringankan tenagaku. Kamu menemaniku kemanapun aku pergi dan kamu menjadi saksi dalam banyak hal yang telah kulakukan. Entah itu hal baik atau buruk yang telah kulakukan dan kamu sangat bisa kupercaya. Tetapi sekarang aku tengah kesulitan kawan, karena setelah semua semua yang kudedikasikan kepadamu, kamu masih menuntut perbaikan lebih. Setelah tiga kali aku mengeluarkan uang yang tidak sedikit pun, kamu masih menuntut perawatan yang lain. Apakah ini akan menjadi yang terakhir di tahun ini?

Dibalik Bentuk Sederhana Itu

Gambar
Selasa, 15 Juli 2014 ; 7pm “Selamat ulang tahun kami ucapkan, selamat panjang umur kita kan doakan…….” lagu itu bergema di telingaku diiringi suara tepukan dari tanganku. Juga tawa orang-orang menambah layangan frekuensi suara sehingga tampak sekali ada banyak orang berkumpul di dalam ruang tamu. Mereka seperti tidak merasakan dinginnya udara malam ini atau angin yang bertiup sedikit kencang. “Tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga…..” ritual kalau ulang tahun , pikirku. Entah meniup lilin itu menyimbolkan sesuatu atau tidak, tetapi inilah yang semua orang lakukan ketika berulang tahun. Meniup lilin dan memanjatkan doa. “Astaga lilinnya.” Celetuk salah seorang dari keluarga itu dan diikuti oleh suara gelak tawa. Aku melihat lilin itu dan ikut tertawa. Memang lilin itu bukanlah lilin yang biasa dipakai untuk pasangan kue ulang tahun, karena bentuknya agak besar dan berwarna putih. Tetapi pasangan lilin itu juga bukan kue yang biasa yang terbuat dari tepung, t...
Gambar
Setelah mengucapkan salam, dia segera duduk di hadapanku tanpa mengucapkan sepatah katapun. Aku melihat jarinya mengetuk-ngetuk dan kepalanya mengangguk berirama. “Bermain musik dengan pikiran dalam imajinasi” begitu kataku kepadanya. Lalu dia akan membalasnya dengan senyuman dan setelah itu jarinya kembali mengetuk dan irama kembali mengalir dalam pikirannya. Aku mengangkat bahu dan kembali memainkan gitar dengan kunci yang sedang kulatih. “Mengapa susah menggenjreng gitar?” kataku dengan mengerutkan kening. Dia tertawa. “Dilatih dulu yang kemarin. Harus tekun!” Aku menyambut tawanya. “Kamu kan sudah  expert  De, memainkan musik dengan pikiranmu pun bisa.” Lalu dia meminta gitar itu dan memainkan satu lagu dengan sempurna. Sejak 5 tahun aku berlatih memainkan gitar, aku masih saja kehilangan tempo ketika memainkan gitar dan belum bisa menggejreng lagu yang bertempo cepat. Bahkan hanya kunci-kunci dasar saja yang kumengerti. Dulu aku pernah berdalih bahwa gitar yang kumil...